Luka Megurine sedang mengunjungi temannya
yang sedang sekarat dan dirawat di Rumah Sakit karena baru saja
mengalami kecelakaan sementara istrinya berlutut menangisi keadaan
suaminya.
Luka Megurine berdiri disamping tempat tidur temannya yang tidak bisa bicara, tetapi dapat melihat.
Beberapa
detik kemudian temannya terlihat semakin pucat, dan ingin mengatakan
sesuatu namun tidak bisa. Luka Megurine pun memberikan kertas dan pulpen
untuknya.
Beberapa saat setelah menulis surat tersebut, teman itu pun meninggal
Luka Megurine pun memberikan surat tersebut untuk istri teman baiknya itu, dan berjalan perlahan meninggalkan kamar RS.
Setelah pemakanan suaminya, sang istri pun teringat akan kertas yang ditulis beberapa hari lalu dan ia pun membacanya.
Betapa kaget sang istri begitu mengetahui apa yang ditulis di kertas tersebut
"Luka, selang oksigennya jangan diinjak! "
%$#@% Ha..ha..ha..ha..ha..ha